Liburan ke Pantai Hampir Terganggu, Untungnya Ada InstoDryEyes

“Jadi berangkat, kan?”

Pertanyaan itu muncul di grup chat aku bersama tiga orang teman perempuanku sejak beberapa hari lalu. Maklum, kalau sudah empat orang perempuan berkumpul, urusan menentukan waktu liburan saja bisa jadi pembahasan panjang.

Setelah mencocokkan jadwal masing-masing, akhirnya kami sepakat pergi ke pantai pada akhir pekan.

Tidak perlu mobil atau perjalanan mewah. Kami cukup menggunakan dua motor. Aku berboncengan dengan salah satu teman, sementara dua temanku lainnya menggunakan satu motor yang sama.

Pagi itu kami sudah berkumpul di tempat yang disepakati. Helm sudah terpasang, tas kecil sudah disiapkan, dan tentu saja ponsel masing-masing sudah dalam kondisi penuh baterai. Namanya juga liburan bersama teman, dokumentasi tetap nomor satu.

Di tengah perjalanan, salah satu temanku mengusulkan untuk mampir sebentar ke supermarket.

“Aku mau beli minum sama camilan. Ada yang mau titip?”

Aku yang awalnya hanya berniat nitip air mineral akhirnya ikut masuk. Sekalian saja mencari beberapa kebutuhan yang mungkin berguna selama perjalanan. Kami pun berkeliling sebentar dari satu rak ke rak lainnya.

Saat melewati bagian perlengkapan kesehatan, mataku tertuju pada sebuah produk yang sudah cukup familiar, #InstoDryEyes. Aku langsung teringat bahwa beberapa waktu terakhir mataku memang terkadang terasa kering, terutama setelah terlalu lama melihat layar ponsel atau ketika berada di luar ruangan.

“Kayaknya aku beli ini deh,” kataku sambil mengambil satu botol.

“Buat apa?” tanya temanku.

“Buat jaga-jaga. Kan kita mau ke pantai. Siapa tau nanti butuh pas di sana.”

Temanku mengangguk sambil membuat isyarat oke dengan jarinya.

Karena perjalanan menggunakan motor artinya kami akan cukup lama terpapar angin dan debu di jalan. Belum lagi nanti di pantai pasti terkena angin laut dan pasir. Jadi nggak ada salahnya kalau aku bawa sikotak biru inikan?

Akhirnya, selain air minum dan camilan, aku memasukkan #InstoDryEyes ke dalam tas. Setelah semua kebutuhan selesai dibayar, kami kembali ke parkiran dan melanjutkan perjalanan.

Perjalanan Naik Motor yang Penuh Angin dan Debu

Perjalanan menuju pantai terasa menyenangkan. Dua motor melaju beriringan di jalan. Sesekali kami berhenti, mengambil foto, berselfie ria atau sekadar memastikan teman di belakang masih mengikuti.

Angin terus menerpa wajah. Di beberapa bagian jalan, debu juga cukup banyak. Aku berusaha menikmati perjalanan sambil sesekali berbicara dengan teman yang memboncengku.

Namun setelah perjalanan cukup lama, aku mulai merasakan sesuatu pada mataku. Awalnya hanya terasa sedikit sepet. Aku berkedip beberapa kali dan menganggapnya biasa saja. Mungkin karena angin atau pasti kena debu, pikirku dalam hati. Akhirnya kuabaikan saja dan tidak terlalu memikirkannya. Toh, sebentar lagi kami sampai.

Satu jam perjalanan, aroma laut mulai tercium. Begitu melihat laut dari kejauhan, rasa tidak nyaman pada mata pun seolah terlupakan.

“Wah, akhirnya sampai!” aku berteriak girang.

Kami langsung bersemangat.

Motor diparkir, helm dilepas, lalu kami berlari menuju pantai.

Baru Mau Seru-Seruan, Mata Malah Rewel

Pantai hari itu cukup ramai, tetapi masih terasa nyaman. Angin bertiup cukup kencang dan pasir sesekali beterbangan. Kami mulai berjalan di pinggir pantai.

Foto wefie tentu tidak boleh dilewatkan.

Cekrek, cekrek.

Satu foto, dua foto. Lalu berganti gaya. Kami bahkan sempat membuat video pendek untuk diunggah ke media sosial.

Nah, ketika sedang melihat hasil foto di ponsel, aku kembali merasakan mata yang tidak nyaman. Kali ini lebih terasa perih. Aku berkedip berkali-kali.

“Kenapa?” tanya salah satu temanku.

“Mataku perih dan sakit.”

“Kelilipan?”

“Nggak tahu ini, kena angin malah tambah sakit.”

Tanganku hampir saja mengucek mata, tetapi segera kuurungkan. Aku tahu mengucek mata saat terasa tidak nyaman justru bisa membuat mata semakin bermasalah.

Akhirnya kami mencari tempat yang agak teduh untuk beristirahat.

Di tengah suasana pantai yang seharusnya menyenangkan, aku malah sibuk memejamkan mata dan berusaha mengurangi rasa tidak nyaman.

“Tadi kamu beli Insto-kan?” Tanya temanku.

“Lah iya, kok aku lupa.” Jawabku.

Temanku langsung tertawa.

“Pake gih, #MataSePeLejanganSepelein, daripada keburu tambah sakit.” Kata temanku lagi.

“Iya juga, untung aku beli.” Aku menjawab lagi sambil tertawa dan nahan perih.

Aku segera mengambilnya dari dalam ransel yang tadi kubawa dan menggunakannya sesuai petunjuk pada kemasan. Setelah itu aku memejamkan mata sebentar. Setidaknya aku sudah punya sesuatu yang bisa membantu mengatasi mata yang terasa kering dan tidak nyaman.

Persiapan Kecil Bisa Berarti Besar

Setelah beristirahat sebentar, kami kembali menikmati suasana pantai. Alhamdulillah, kondisi mataku sudah tak seperih tadi. Rasanya sudah berangsur-angsur nyaman.

Aku jadi berpikir, kadang kita memang baru menyadari pentingnya sesuatu setelah membutuhkannya. Tadi di supermarket, membeli #InstoDryEyes hanya kebetulan saja. Tidak ada yang menyangka jika sibotol imut tersebut jadi solusi terbaik pas kondisi mata tak nyaman saat liburan.

Tambah lagi, kami bepergiannya dengan motor, mata cukup sering terpapar angin dan debu. Sesampainya di pantai, paparan angin dan pasir pun masih berlanjut. Kami juga menghabiskan cukup banyak waktu di pantai. Otomatis mata bisa jadi kering, perih, sepet bahkan lelah dan tentunya membuat aktivitas jadi kurang nyaman.

Kalau ngga segera di atasi, tentunya mengganggu liburan kan? Menikmati pemandangan jadi terganggu. Mau berfoto juga tidak maksimal. Bahkan untuk sekadar membuka mata lebar-lebar saja rasanya malas. Padahal, tujuan kami datang jauh-jauh adalah bersenang-senang.

Bersyukur ada Insto ini, liburan kami berempat jadi tak terganggu. Kami bermain air, mengobrol, makan bekal, mengambil foto, dan tertawa sampai lupa waktu. Tak terasa sudah waktunya kami harus pulang ke rumah.

Pelajaran Berharga dari Liburan

Dari liburan singkatku bersama teman-teman tadi aku belajar hal sederhana. Kalau hendak bepergian, terutama ke tempat yang banyak angin, debu, atau pasir, bukan hanya pakaian dan perlengkapan perjalanan yang perlu disiapkan. Kondisi mata juga perlu diperhatikan. Jangan menunggu mata terasa sangat tidak nyaman baru kemudian mencari cara untuk mengatasinya.

Kini aku punya kebiasaan baru. Kalau akan bepergian, terutama naik motor atau melakukan aktivitas di luar ruangan, aku selalu memastikan perlengkapan untuk menjaga kenyamanan mata ikut masuk ke dalam tas. Aku juga memakai kacamata untuk melindungi mata dari angin atau debu. Biar mata tetap nyaman dan #BebasMataKering. Mau perjalanan ke mana saja tetap menyenangkan, dan setiap momen bisa dinikmati sampai selesai.
Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Bagian dari Komunitas
Emak2Blogger     1minggu1cerita
SEO Moms Community
Blogger Sumatera Utara
Mom Blogger Community Blogger Perempuan
    Mama Daring     BloggerHub Indonesia