Cinta Suci Zahrana, Kisah Cinta Tak Terduga Seorang Wanita Salihah

Hobi menonton memang sepertinya sudah lama saya miliki. Ya, walaupun masih saja perlu menjaga keinginan agar nggak kebablasan. Jangan sampai uang yang seharusnya buat tabungan dan kebutuhan malah tersisihkan juga. Untuk sekarang kan menonton nggak selalu butuh biaya mahal, ya. Pakai kuota data atau jaringan wifi juga bisa. Berbeda dengan zaman dahulu, ketika anak asrama itu harus pergi ke bioskop, menonton sendirian, dan tentu saja dengan perasaan agak deg-deg-an.

Jika teringat pengalaman nonton film di bioskop sendirian bisa jadi bikin saya tersenyum juga sekarang. Kok bisa anak usia remaja itu nekat banget nonton film bioskop sendirian? Emang film apa, sih, yang ia bela-belakan?

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Sendirian


Sobat, inilah judul film yang akhirnya membuat pertahanan ketakutan itu lesap. Meski agak khawatir hal-hal tak diinginkan terjadi, tetapi masih saja keinginan mendesak untuk mengetahui cerita sejak awal hingga akhir.

Buat sahabat yang mungkin baru pertama kali ingin menonton bioskop, panik bukan menjadi alasan, ya. Namun tentu saja persiapan maksimal sebelum pergi.

Cukupkan asupan makanan


Karena perjalanan kali ini sendiri, biar nggak ribet cari tempat makan, bolehlah amankan dulu isi perut kita sebelum bepergian. Untuk makanan saat nonton, boleh beli popcorn atau snack yang tersedia di bioskop.

Pilih tontonan di jam setelah waktu shalat


Nah, ini bisa jadi pertimbangan juga. Lebih nyaman jika nonton bioskop setelah ibadah shalat, kan?

Pilih tempat duduk di bagian pinggir


Hahaha, daripada saya terjepit di antara orang-orang, bolehlah saya pilih tempat duduk di pinggir. Lebih nyaman rasanya.

Itu dia tip nonton film di bioskop sendirian. Jadi jangan khawatir jika menemukan film sarat ilmu tetapi saat itu nggak ada teman yang bisa diajak nonton bareng. Siapa tahu banyak ilmu baru yang akan ditemukan dari film tersebut.

Cinta Suci Zahrana, Tergoda Sejak Nonton Trailer Pertama


Apa, sih, sebenarnya yang membuat film Cinta Suci Zahrana sukses menjadi film favorit yang nggak bosen ditonton berkali-kali oleh Jejak Inspirasi Sylviany?

Poin pertama karena ini adalah film islami. Film islami memang memiliki daya tarik luar biasa buat saya. Setelah sebelumnya Ketika Cinta Bertasbih juga ampuh sih memikat mata saat menontonnya, tetapi kesan nonton film di bioskop sendirian melekat pada Cinta Suci Zahrana.

Cerita dimulai dengan menampilkan sosok Zahrana, seorang wanita yang punya karier gemilang sebagai dosen. Film menampilkan latar kamar Zahrana yang penuh dengan prestasi.

Lakon seorang dekan yang sepertinya memiliki rasa pada Zahrana menjadi tokoh antagonis di sini. Ia sering melemparkan gombalan yang tentu saja membuat Zahrana ilfeel.

Ayah Zahrana tentu saja mulai gelisah dengan putrinya karena meski gemilang prestasi, Zahrana belum juga menemukan pangeran di usia tak lagi muda.

Syukurlah Zahrana punya teman luar biasa yang senantiasa menguatkannya.

Suatu ketika, Ayah Zahrana menghubungi beberapa kandidat untuk menjadi menantunya. Zahrana yang awalnya ogah-ogahan dengan keinginan sang ayah akhirnya menyerah. Ia setuju mengikuti keinginan sang ayah.

Namun usaha ini tak semudah yang dibayangkan, kandidat calon imam tak seperti yang diharapkan. Saat scene ini ini terjadi, ada senyum yang menimpali.

Proses calon mantu ini belum berhasil menerbitkan lengkung senyum d dalam keluarga mereka.

Sahabat Zahrana menganjurkannya untuk menemui kyai dan nyai pondok pesantren. Lewat kesabaran proses pencarian ini, Zahrana akhirnya dikenalkan dengan seorang pemuda salih.

Sayangnya sang dekan yang menyimpan rasa pada Zahrana melakukan tindakan nekat di malam pernikahan Zahrana. Sebab hal ini, pernikahan Zahrana batal sebab sang calon suami meninggal tertabrak kereta. Sedang ayah Zahrana mengalami serangan jantung.

Zahrana dan ibunya ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Kehilangan calon suami dan ayah dalam satu waktu.

Zahrana memang butuh waktu untuk memulihkan kembali energi hidupnya. Saat inilah Allah swt menunjukkan kuasa. Psikiater yang menanganinya ternyata berhubungan dengan sosok laki-laki yang kelak menjadi imam dalam hidupnya.

Uniknya, kemunculan laki-kaki ini tak begitu terlihat dalam cerita bahwa ia memiliki rasa pada Zahrana sehingga ungkapan cintanya menjadi terkesan istimewa.

Apakah ia akan aman dari niat jahat sang dekan? Syukurlah sebelum sang imam Zahrana ini muncul, sang dekan sudah menemui takdir mengerikan akibat kejahatannya.

Seperti apa sosok yang akhirnya menjadi imam dalam kehidupan Zahrana?

Satu yang pasti bahwa Allah selalu mendatangkan kemudahan setelah kesulitan. Juga bahwa pelangi setelah hujan itu jelas adanya.

Manfaat Menonton Film Islami


Saat ini para sutradara telah sedemikian apiknya menyisipkan pesan-pesan kebaikan dalam sebuah tayangan hiburan. Di tengah maraknya film-film kurang sehat secara moral, film islami berhasil membungkus pesan-pesan dakwah secara lebih sederhana sehingga lebih mudah diterima. 

Pesan kebaikan lebih mengena


Jika kita melakukan kesalahan dan mendapatkan teguran, terkadang sebagai manusia ada pertentangan yang terjadi. Seolah ingin membuat pengakuan bahwa kita benar. Sisi egois diri menguat. Namun saat menonton film islami malah sukses membuat diri manggut-manggut dan secara terbuka menerima pesan islami yang tersampaikan entah lewat adegan laku atau percakapan tokoh.

Pesan kebaikan terkenang sampai banyak masa


Ada pesan kebaikan yang terkadang hanya bersifat satu waktu, Setelahnya tertutupi oleh pesan kebaikan lain dari sumber lainnya. Berbeda dengan tontonan, ia mampu menghipnotis seolah mengungkapkan bahwa pesan-pesan kebaikan yang ia tawarkan bisa menjelma di banyak tontonan.

Mendapatkan banyak ilmu secara have fun


Membaca, mendengarkan dari sumber secara langsung memang baik, tetapi tak dapat dimungkiri bahwa pesan kebaikan yang dibungkus manis oleh cerita fiksi mampu menghadirkan kesenangan dan kegembiraan. Seolah mendapatkan banyak kebaikan dalam satu waktu. Kesehatan karena hiburan dan ketenangan karena ilmu agama kian bertambah.

Sarana kumpul keluarga dan sahabat


Menonton bisa jadi sarana mendekatkan kembali kehangatan yang mungkin sempat meninggalkan keluarga. Masing-masing anggota keluarga memiliki kesibukan dai weekday hingga weekend. Kualitas kebersamaan ini tak boleh berkurang karena mereka merupakan support system terbaik dalam kehiduapan, bukan?

Menghadirkan energi baru dalam hidup


Lewat tayangan inspiratif ini bekal kebaikan yang sudah dikumpulkan dari film seyogyanya menghadirkan harapan baru bagi kehidupan. Seolah kita menjadi terpacu ingin menerapkan nilai-nilai kebaikan tersebut.

Penutup


Sahabat, film favorit yang nggak bosen ditonton berkali-kali oleh Jejak Inspirasi Sylviany ini sukses meraih hati saya. Bahkan sampai hari ini saya sering menonton tayangan ulangnya di YouTube. Film ini bahkan pernah juga ditayangkan di televisi. Apa yang terjadi? Tentu saja saya merasa sangat beruntung jika waktu dimulainya film tidak bersamaan dengan jadwal dinas saya.

Kehadiran film islami memang dapat membawa pesan-pesan kebaikan dan menyampaikannya secara lebih sederhana. Apalagi jika film tersebut hadir pada momen khusus, misalnya hari ibu. Film semacam ini akan sukses meraih banyak hati penonton.

Yuk, sharing tentang film favorit yang nggak bosen ditonton berkali-kali. Apa aja sih judul fim tersebut? Dan mengapa bisa menjadi film favorit? (*)

ngeblog-asyik-bareng-KEB

#YukNgeblogLagi #NgeblogAsyikBarengKEB
Karunia Sylviany Sambas
Karunia Sylviany Sambas Saya adalah seorang tenaga kesehatan yang suka menulis, membaca dan mempelajari hal-hal baru. Alamat surel: karuniasylvianysambas@gmail.com Selain di sini, saya juga menulis di Rekam Jejak Sang Pemimpi, Ketika Jejakku Menginspirasimu, Berlayar & Menambatkan Impian, Meniti Jembatan Impian, Jejak Inspirasi Sylviany, Cakrawala Baca Sylvia

1 komentar untuk "Cinta Suci Zahrana, Kisah Cinta Tak Terduga Seorang Wanita Salihah "

Comment Author Avatar
Saya pas remaja gag berani nonton sendiri euy. Kalau makan di warung sendiri saya suka, sejak SMA tuh hehe