Nilam Sari, Berani dan Konsisten Menjadi Kunci Tahan Uji

Dalam kehidupan ini, setiap orang adalah seorang pejuang untuk dirinya sendiri. Ketika ia berhasil dalam perjuangan itu, ia akan bisa pula membantu orang lain.
Saat mengikuti sesi #ISBWORKSHOP KICKSTART YOUR BUSINESS Temukan Keberanian untuk Memulai dan Kekuatan untuk Konsisten bersama Mbak Nilam Sari, seorang womanpreneur yang juga dikenal sebagai founder Kebab Baba Rafi, saya dan beberapa teman blogger yang tergabung dalam sesi webinar mendapatkan banyak sekali pengetahuan baru, tidak hanya tentang dunia bisnis, tetapi juga tentang nilai-nilai kehidupan yang beliau coba perjuangkan.

Lahirnya Kebab Baba Rafi

Berani dan Konsisten

Nilam Sari memutuskan menikah di usia 19 tahun. Usia yang terbilang masih sangat muda. Setelah mempertimbangkan segala hal bersama calon pasangan dan orang tua, mereka menikah. Buah pernikahan pada usia 21 tahun seorang bayi laki-laki yang mereka beri nama Rafi.

Nilan dan suami mengunjungi mertua yang berada di Qatar. Di negara yang terkenal sebagai salah satu negara terkaya di dunia berkat cadangan minyak bumi dan gas alam cair (LNG) yang melimpah ini, Nilam, begitu ia akrab disapa, merasa terinspirasi setelah melihat kebab yang ada di sana.

Sepulang dari Qatar, melalui hasil perenungan bersama, keluarga kecil Nilam berani untuk memulai usaha kebab. Untuk pemilihan nama, keduanya sepakat menggunakan nama sang anak pertama, Rafi. Bertujuan agar kesan ‘kearab-araban’ tetap terlihat, ditambahkanlah kata ‘baba’. Berbekal angpao pernikahan sebesar 4 juta rupiah, usaha kebab Baba Rafi memasuki episode pertama.

Nilam, yang mengaku tidak pintar memasak ini, melihat pertumbuhan yang cukup besar dari usaha Kebab Baba Rafi. Terbukti, saat di Surabaya, tempat domisili mereka, dalam usaha yang relatif singkat sudah bisa terbangun 5 outlet.

Pada 2008, Nilam dan keluarga memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Dari sebuah rumah sewa, perkembangan Kebab Baba Rafi makin pesat. Beberapa orang sudah mulai tertarik untuk menjalin kerja sama dalam bentuk franchise. Dari awalnya 5 outlet, dalam waktu 30 hari saja telah terbangun 30 outlet Kebab Baba Rafi.

Berpindah Fokus, Memberikan Makna

Pada 2009, Nilam merasa bisnisnya perlu melangkah lebih jauh lagi. Bisnis F&B yang ia kelola sebelumnya harus lebih luas jaringannya. Ibu satu anak ini pun mencoba peruntungan di bisnis kost-kost-an dan tambang. Qadarullah, dalam setiap bisnis mesti ada saat-saat bahwa apa yang diperkirakan tidak berjalan sebagaimana harapan. Oleh sebab itu diperlukan daya tahan.

Nilam belajar dari hal itu. Ia pun mengambil pelajaran bermakna tentang arti sebuah fokus. Mungkin ada orang yang bisa menjalankan bisnis dengan begitu banyak ragam. Namun, ia mencoba fokus pada apa yang sudah berkembang. Untuk memulai bisnis baru, itu akan membutuhkan lebih banyak perhatian dan waktu.

Kembali ke usaha Kebab Baba Rafi, Nilam berhasil membawa nama brand ini ke 10 negara sehingga tercatat memiliki 1300 outlet di seluruh dunia!

Ujian untuk Meningkatkan Kelas

Di tengah kesuksesan gemilang, rumah tangga Nilam mendapat ujian. Akhirnya, ia dan pasangan memutuskan untuk mengakhiri hubungan rumah tangga dan juga bisnis yang telah besar. Keduanya sepakat untuk pecah kongsi. Nilam pun mengantongi utang hingga 9 milyar.

Menjadi anak tunggal dan Ibu yang divonis menderita leukemia, sempat membuat Nilam berada dalam titik terendah dalam hidup. Namun, Allah swt. sangat menyayanginya. Dalam masa-masa itu, ia kembali menemukan makna kehidupan.

Tahun 2022 Nilam bangkit dengan bisnis barunya. Ia menemukan hal-hal baru yang membuat dirinya perlahan bisa membuka lembaran baru untuk menjalani hari hari selanjutnya.

1. Buang Hal Toksik

Aa pun yang dapat menjadi gangguan, Nilai tidak akan segan membuangnya. Membuang bisa dalam arti kata tidak mengizinkan dirinya untuk terpengaruh hal tersebut. Jadi, dia terus melangkah tanpa beban.

2. Silaturahmi Buka Pintu Rezeki

Terbukti dari beberapa jalan yang akhirnya menjadi titik terang dalam usaha adalah berkat hubungan baik yang berhasil Nilam bangun dengan relasi baru.

3. Investasi Leher ke Atas

Nilam tidak menunda untuk mengikuti short courses guna meningkatkan kemampuan berbisnisnya. Ia selalu percaya bahwa tidak ada usaha yang sia-sia jika sudah diikhtiarkan semaksimal mungkin.

Dalam usahanya, Nilam selalu berpegang pada UMKM, sehingga apa pun usaha baru yang ditekuni, selalu berhubungan dengan hal itu.

Menjadi seorang womanpreneur dengan segala dinamikanya telah dijalani oleh seorang Nilam Sari. Jangan jadi support system orang lain tetapi jadilah support system diri sendiri agar kita bisa memberikan dukungan bagi orang lain. Dalam beberapa bagian dari penjelasannya, Nilam kerap menyisipkan kalimat pamungkasnya.

Wanita berusia 43 tahun ini berhasil membuktikan bahwa benar harus ada keberanian untuk memulai dan kekuatan untuk konsisten. Bagaimana dengan kita?

Terima kasih kami ucapkan kepada Mbak Nilam Sari, Teh Ani Berta, dan ISB untuk acara keren yang membuka cakrawala pikir baru. Semoga akan ada sesi webinar berikutnya yang tidak kalah inspiratif!

Posting Komentar

Bagian dari Komunitas
Emak2Blogger     1minggu1cerita
SEO Moms Community
Blogger Sumatera Utara
Mom Blogger Community Blogger Perempuan
    Mama Daring     BloggerHub Indonesia